Metamorfosis Belalang dan Penjelasannya, Urutan Beserta Proses Tidak Sempurna

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai metamorfosis belalang, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu hewan belalang. Belalang merupakan hewan jenis serangga herbivora atau disebut dengan hewan pemakan tumbuh-tumbuhan. Ada beberapa macam jenis belalang diantaranya adalah, belalang kayu, belalang sentadu, belalang hijau, belalang batu, belalang daun, dan belalang renteng (belalang yang bisa digoreng).

Hewan belalang sering kita temui di berbagai tempat, biasanya di padang rerumputan, sawah, maupun di kebun-kebun. Sedangkan bagi para petani, belalang lebih dikenal sebagai hama bagi tanaman mereka, karena belalang sering memakan dedaunan yang ada pada tumbuhan. Namun, itu adalah hal yang wajar-wajar saja, karena diawal sudah kita jelaskan bahwa belalang adalah hewan herbivora.

Metamorfosis Belalang dan Penjelasannya, Urutan Beserta Proses Tidak Sempurna

Walaupun demikian, kita tidak dapat menyimpulkan secara langsung bahwasanya belalang merupakan hewan yang merugikan, walaupun sering merusak dedaunan pada tanaman, karena disisi lain belalang juga memiliki peran penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Adapun klasifikasi ilmiah belalang adalah sebagai berikut :

Kingdom         : Animalia

Filum               : Arthropoda

Kelas                : Insecta

Ordo                 : Orthoptera

Subordo           : Caelifera

Belalang termasuk hewan yang mengalami metamorfosis. Metamorfosis belalang ada tiga tahapan yaitu telur, nimfa, dan imago, dari ketiga proses inilah dapat disimpulkan bahwa belalang termasuk jenis hewan yang bermetamorfosis tidak sempurna.

baca juga Metamorfosis Katak Lengkap Proses Fase Telur, Kecebong Hingga dewasa

Metamorfosis berasal dari kata metamorphoo yang berarti berubah bentuk atau bertransformasi. Sedangkan istilah metamorfosis dalam ilmu biologi merupakan suatu proses perubahan pada hewan baik perubahan secara struktur maupun bentuk, mulai dari embrio hingga dewasa. Berbicara mengenai metamorfosis, ada dua jenis metamorfosis pada hewan, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Metamorfosis Belalang Tidak Sempurna

Metamorfosis Belalang dan Penjelasannya, Urutan Beserta Proses Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna adalah proses dimana hewan tersebut tidak  mengalami perubahan bentuk secara signifikan yang disebut dengan hemimetabola, termasuk di dalamnya adalah metamorfosis belalang. Sedangkan metamorfosis sempurna adalah kebalikannya, yaitu suatu proses dimana hewan tersebut mengalami perubahan secara signifikan mulai dari fase awal hingga dewasa.

Ciri utama yang dapat membedakan antara metamorfosis belalang tidak sempurna dengan metamorfosis sempurna adalah fase pupa antara fase larva dengan fase dewasa.

Metamorfosis Belalang dan Penjelasannya

Proses metamorfosis belalang berlangsung dalam tiga tahapan, yang akan kita bahas lebih rinci di bawah ini. Berikut adalah penjelasan dari proses metamorfosis belalang.

  1. Telur

Metamorfosis belalang berawal dari fase telur, yang terlebih dahulu sudah di buahi oleh spermatozoa pejantan. Kemudian telur-telur tersebut diletakkan oleh belalang di suatu tempat, tempat tersebut bisa berupa dedaunan, batang tanaman, bahkan bisa di letakkan di dalam tanah.

Kemudian lamanya proses penetasan telur belalang ini tergantung pada kondisi lingkungannya, biasanya telur akan menetas rata-rata sekitar 10 bulan. Setelah telur ini menetas maka ia akan berubah bentuk menjadi nimfa atau bayi belalang yang berwarna putih. 

  • Nimfa

Metamorfosis belalang yang kedua adalah nimfa (hewan kecil). Dalam fase ini, belalang belum mempunyai alat reproduksi maupun sayap. Sementara telur yang awalnya berwarna putih, seiring berjalannya waktu berubah warna menjadi hijau atau coklat akibat terkena paparan sinar matahari.

Fase nimfa ini umumnya berlangsung cukup lama sekitar 25 hingga 40 hari. Adapun makanan belalang kecil adalah berupa dedaunan muda. Belalang kecil akan mengalami pertumbuhan secara perlahan dan biasanya akan mengganti kulitnya sebanyak 4 sampai 6 kali pada fase ini, tergantung dari jenis belalangnya, lingkungan, suhu, dan cuaca yang sedang berlangsung.

Ketika sudah memasuki hari yang ke 30 hingga ke 40, belalang mulai memiliki sayap-sayap kecil di tubuhnya yang berfungsi untuk terbang.

  • Dewasa / imago

Imago adalah fase puncak dari metamorfosis belalang itu sendiri. Pada fase ini belalang akan memiliki sayap yang lengkap dan siap untuk terbang menggunakan sayap-sayapnya. Dan saat belalang telah memasuki fase imago itu artinya belalang sudah memiliki alat reproduksi dan siap untuk menghasilkan telur-telur belalang baru, yang sudah dibuahi terlebih dahulu.

Metamorfosis Belalang dan Kupu-Kupu

Metamorfosis Belalang dan Penjelasannya, Urutan Beserta Proses Tidak Sempurna 2

eBIOLOGI.COM

Berbeda dengan metamorfosis belalang, metamorfosis kupu-kupu mengalami empat tahapan daur hidup yang dimulai dari fase telur, lalu berubah menjadi larva (ulat), kemudian fase pupa (kepompong), dan akhirnya sampai  ke fase imago. Keempat fase atau tahapan inilah yang kemudian menjadikan kupu-kupu tergolong dalam kategori hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Berikut adalah proses daur hidup kupu-kupu beserta penjelasannya.

  1. Fase Telur

Sel telur merupakan awal mula dari pada pebentukan makhluk hidup, dimana nantinya sel telur ini akan berubah menjadi zigot setelah melalui proses pembuahan oleh spermatozoa pejantan. Ketika proses pembuahan sudah terjadi, maka hewan betina ini akan memilih daun-daun untuk menempelkan telurnya di ujung daun yang ada.

Namun, ada hal yang menarik pada hewan yang satu ini, dimana kupu-kupu dewasa akan memilih daun-daun tertentu yang mereka sukai, sehingga kupu-kupu tersebut tidak meletakkan telurnya di sembarang daun, tujuannya adalah agar mempermudah mendapatkan makanan ketika telur sudah menetas.

baca juga Metamorfosis Kupu-kupu Penjelasan, proses, beserta Gambar secara Detail

  • Fase Larva (ulat)

Dalam tahapan ini telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva. Larva adalah fase dimana kupu-kupu masih menjadi ulat sebelum menjadi kupu-kupu dewasa.

Ketika kupu-kupu masih menjadi seekor ulat (larva), biasanya orang-orang akan merasa kurang nyaman dengan kehadirannya, hal ini mungkin dikarenakan merasa jijik dengan bentuk tubuhnya.

Selain kurang enak dipandang mata, ulat biasanya senantiasa merusak tanam-tanaman terutama pada dedaunan, karena memang dedaunan muda merupakan makanan sumber utama bagi ulat.

  • Fase Pupa (kepompong)

Fase pupa atau kepompong disebut juga sebagai fase transisi sebelum menjadi kupu-kupu yang sempurna, dimana ulat-ulat tersebut sudah mulai mencari daun-daun yang cocok untuk mereka tempati. Ketika ulat tersebut sudah menemukan daun yang disukai maka ia akan membungkus diri pada daun tersebut.

Kenapa pada fase ini mereka harus membungkus diri dalam dedaunan ? fungsinya agar bisa melindungi diri dari lingkungan luar, karena pada saat dibungkus dedaunan inilah sebenarnya proses pembentukan diri menjadi kupu-kupu terjadi. Proses ini berlangsung rata-rata selama 7 hingga 20 hari. 

  • Fase Imago

Setelah proses pembentukan diri secara sempurna selesai, ulat yang menjijikan tersebut akhirnya berubah bentuk menjadi kupu-kupu yang indah. Ketika sudah menjadi seekor kupu-kupu yang indah, barulah orang-orang akan menyukainya, bahkan banyak yang ingin memiliki bahkan memfotonya untuk mengabadikan keindahannya.

Kupu-kupu memiliki daya tarik yang berbeda dengan hewan-hewan yang lainnya, ia memiliki bentuk tubuh yang indah dengan hiasan sayap-sayapnya yang membuatnya bisa terbang kesana –kemari, menghampiri taman-taman yang ada di sekitar kita.

Urutan Metamorfosis Belalang

Urutan metamorfosis belalang berdasarkan paparan yang sudah kita bahas diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa urutannya adalah sebagai berikut, yaitu berawal dari telur, yang kemudian menetas jadi nimfa, dan akhirnya menjadi imago.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *